Sabtu, 06 April 2013

Sejarah Viking Dan Bonek ( Satu Hati )


Melihat sejarah, VIKING dan BONEK adalahpendukung sejati dari klub perserikatan yang sudah menjadi musuh bebuyutan darisejak jaman perserikatan, yaitu PERSIB dan PERSEBAYA. Dilihat dari kacamataawam,tidak mungkin pendukung sejati yang berani mati demi mendukung timnya biasbersahabat bahkan bersaudara dengan pendukung sejati yang sama-sama berani matidemi mendukung tim musuh bebuyutan.
Tetapi ternyata VIKING dan BONEK membuktikanbahwa mereka bisa.Persaudaraan mereka dilandasi perasaan senasib dimana merekaselalu dijadikan bahan hujatan dan pendiskreditan dari masyarakat sepakbolanasional.
Bahkan pers nasional pun paling senang apabilaada kerusuhan di partai yang melibatkan PERSIB atau PERSEBAYA karena bisadijadikan headline dan sudah jelas pihak mana yang akan disalahkan.
Sejak dulu VIKING dan BONEK diidentikkan dengankerusuhan. Istilahnya dimana ada pertandingan yang ditonton oleh VIKING atauBONEK maka akan terjadi kerusuhan. Hal-hal jelek dan bersifat mendiskreditkanitulah yang lebih sering diekspos oleh media massa nasional. Padahal tidaksemua kegiatan atau kelakuan VIKING dan BONEK berujung pada kerusuhan. Dantidak semua kerusuhan itu diakibatkan oleh mereka.
Mereka hanyalah kaumtertindas yang selaludipersalahkan karenadosa-dosa di masa lalu. Sangat jarang sekali (atau bahkantidak pernah?) media massanasional memberitakan kegiatan positif yang VIKINGatau BONEK lakukan. Sangat jauhberbeda dengan pemberitaan media massanasionaltentang pendukung tim lain. Ketikaterjadi kerusuhan yang melibatkan merekahanyaditulis sedikit (atau bahkan tidakditulis sama sekali?) dan ditutupidengankata-kata "oknum yang mengatasnamakanpendukung...". What abullshit! Sedangkanketika melakukan kegiatan positif, media massa nasionallangsung memberitakan secara besar-besaran, sebesar berita kerusuhan yangmelibatkan VIKING atau BONEK.
Bahkan saking terlalu seringnya pemberitaanyangmemojokkan VIKING sebagai bobotohPERSIB, bobotoh lain yang bukananggotaVIKINGpun menjadi antipasti terhadap mediamassa nasional. Sampai adajargon dikalangan bobotoh bahwa "PERSIB besarbukan karena pemberitaanmedia massanasional, PERSIB besar karena bobotoh dan prestasi.PERSIB danbobotoh tidak membutuhkan mediamassa nasional untuk menjadi besar. Mediamassanasional-lah yang membutuhkan PERSIB untuk menjadi besar dan terkenal".
Hal itulah yang mungkinmenjadi salah satupenyebab munculnyaperasaan senasib dan berkembang menjadiikatan persaudaraan,selain tentunyakerusuhan di Jakarta dimana BONEK yanghendak mendukung PERSEBAYAdi Senayandiserang oleh sepasukan organisasimasyarakat (?), yang tidak usahsayasebutkan disini karena semua juga sudah tau,dan kemudian diselamatkan olehbeberapabobotoh (anggota VIKING) yang kebetulan sedang ada disana. Juga ketikaPERSIB melawat ke Surabaya, dimana anggota VIKING yang mendukung PERSIB di sanadijamu sangat baik oleh BONEK. Demikian pula ketika PERSEBAYA yang bertandingdi Bandung, giliran BONEK yang dijamu sangat baik oleh VIKING. Indahnyapersaudaraan diantara dua kubu suporter TERBESAR di Indonesia itu. Jadi saatini BONEK bukan hanya berarti BONDO NEKAT, tapi bisa juga berarti BOBOTOHNEKAD. KarenaVIKING atau BONEK sama saja. Salam Satu Hati VIKING, BOBOTOH,& BONEK ONELOVE.

0 komentar:

Posting Komentar